Tuesday, June 15, 2010

Tak ingin berhenti berjuang

Aku memang anak yatim piatu. Tetapi aku ingin terus melanjutkan sekolahku. Bapak meninggalkan aku dan ibuku pada tahun 2001. Kata orang beliau meninggal karena sakit ambeien akut dan batuk-batuk. Aku tidak paham yang aku tahu bapak meninggalkanku untuk selama-lamanya. Sedih hatiku memang, tetapi hidup harus terus aku lalui. Ibu dengan sabar dan telaten terus merawat dan mendidikku serta mbak yayuk, kakakku agar dapat menggapai masa depan yang lebih baik.

Namun, lagi-lagi orang yang kami kasihi dan cintai harus meninggalkan kami. Ibu kami tercinta pun dipanggil oleh yang maha kuasa. Seingatku beliau meninggalkanku pada tahun 2005. Kali ini TBC adalah penyebab kematian ibuku. Sejak saat itulah aku dan kakakku resmi menjadi anak yatim piatu. Dan kami pun hanya tinggal berdua di rumah sederhana kami.


Ujian demi ujian yang datang kepada kami semoga dapat kami jalani. Seperti ujian gatal-gatal yang terus aku rasakan di sekujur tubuhku sejak sekitar 2 tahun lalu. Kepahitan hidup yang kami lalui semoga nanti dapat berbuah manis.

Aku bersyukur kakakku dengan sabar mau berjuang untuk hidup kami. Ia harus menjadi buruh tani agar kami bisa makan. Aku pun berusaha rajin belajar. Aku mau menjadi orang pintar agar nanti bisa menjadi orang yang berguna. Kini aku sudah kelas 5. Aku berterimakasih pada Allah yang terus memberikan rahmat-Nya. Terimakasih juga pada LPUQ dan donatur yang telah memberikan saya beasiswa untuk sekolahku. Semoga Allah membalas yang terbaik bagi bapak dan ibu donatur. [elha]

Muhammad Abdurrohman
Dsn. Mlaten pulogedang tembelang jombang
Siswa kelas 5 SDN Pulogedang1

No comments:

Post a Comment