Showing posts with label oase. Show all posts
Showing posts with label oase. Show all posts

Friday, August 20, 2010

Anda adalah manusia luar biasa itu!

 Oleh: Zainuri

Suatu saat di sebuah majelis ta’lim yang penuh rahmat dan barakah, Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya “Wahai sahabatku, siapa manusia yang paling hebat luar biasa imannya”. Sahabat menjawab “Para nabi dan Rasul”, “Bukan mereka, karena wahyu dan malaikat jibril turun pada mereka sehingga pastilah mereka beriman”  jelas Rasulullah. “Mungkin para sahabat ya Rasulullah”, “ bukan juga, karena mereka mendengar dari apa yang disampaikan oleh Rasul dan mereka melihat juga mu’jizat-mu’jizat para Rasul jadi sudah pasti mereka beriman”, Rasulullah menjelaskan. “ kalau begitu Allah dan Rasulnya yang lebih tahu” kata sahabat tanda menyerah. “ Sesungguhnya manusia yang luar biasa imannya ialah mereka yang beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah bertemu denganku, tidak penah mendengar langsung ucapanku, dan juga tidak pernah melihat mu’jizat-mu’jizatku, merekalah orang-orang yang luar biasa imanya melebihi para nabi, Rasul, dan sahabatnya”

Friday, June 11, 2010

Reality Show Kita Bagaimana?

oleh: Mashuri Hariyanto

Jika hidup kita ditampilkan dalam reality show yang marak di beberapa saluran TV nasional, diakui oleh kreatornya masih perlu diskenariokan sebagian agar menjadi alur cerita yang menarik ditonton. Tentu ada ’kekakuan akting’ disana-sini sehingga tampak kurang ’hidup’ dari tampilan yang terlihat. Ada ekspresi dipaksakan dari wajah iba, kepedulian, tangisan, bahkan sujud syukur yang dilakukan. Ya iyaa lah, pemeran utamanya kan bukan pemain sinetron atau bintang film.

Nah, yang menarik adalah obyek reality show yang kita saksikan ternyata banyak menggunakan keluarga miskin. Kadangkala si bapak atau ibu, tapi juga anak-anak atau kakek-neneknya. Di akhir cerita sering ’happy ending’ dengan tangis mengharu-biru, bahagia dan mendapat hadiah yang sangat bernilai bagi mereka. Tentu inilah ’warna entertainment’ yang diharapkan mengundang simpatik penonton dan terutama sponsor acara reality show.

Maksud yang baik untuk menolong keluarga miskin patut kita apresiasi. Tentu dengan harapan mempengaruhi kepedulian dan kesadaran penonton untuk melakukan kebaikan seperti itu. Namun tetap saja unsur keterpaksaan yang kadang masih terlihat dieksploitasi dalam cerita reality show, masih bisa didiskusikan agar lebih memberi ’kehormatan’ kepada keluarga miskin yang menerima bantuan. Selebihnya, unsur hiburan yang menarik ’hati’ dinilai berhasil meraih pilihan penonton, dibandingkan dengan relity show yang kurang mendidik dan menunjukkan emosi negatif.

Thursday, June 10, 2010

Jiwa Sang Pemenang

 oleh: Mashuri Hariyanto



Sungguh unik pilihan hidup lelaki enam tiga itu
Bujuk rayu harta pembelenggu diurai menjauh satu-satu
Betapa tidak!

Kemilau dunia tak menyurutkan dakwah
Tak ada fitnah memperkaya keluarga
Tebarkan ghonimah untuk kaum dhuafa
Membangun jiwa-jiwa penggenggam dunia
Dilepas mudah demi fi sabilillah