Friday, August 20, 2010

Menjalani Hidup dengan sabar dan syukur

Menjalani Hidup dengan sabar dan syukur
Oleh: abu oryza

Tak terasa, anak sulung saya sudah hampir berusia empat tahun. Perasaan saya masih baru saja melangsungkan pernikahan. Bahkan sering saya tidak yakin dengan kehidupan ini, karena saya merasa masih banyak kekurangan yang ada pada diri saya. Saya masih merasa terlalu egois dengan diri saya. Saya masih merasa belum pantas menjadi seorang suami dan abi bagi dua orang anak.

Namun, bagaimanapun juga saya harus tetap menjalankan peran yang diamanahkan Allah kepada saya ini. Mestinya saya bersyukur yang tak terhingga karena dikaruniai seorang istri yang begitu cantik dan menyayangi saya dan keluarga. Saya pun dikarunia seorang anak lelaki dan perempuan. Pendek kata kalau menurut orang lain mungkin hidup saya sempurnalah sudah. Memang ya, saya sempat membandingkan dengan keluarga lain yang terkadang sudah puluhan tahun namun belum juga mereka dikaruniai seorang anak. Sungguh kasihan mereka, begitu batin saya.

Namun, ternyata dalam menghadapi maghligai rumah tangga memang perlu perjuangan yang maha dahsyat. Pantas saja Rasulullah mengatakan bahwa menikah adalah setengah dari agama. Karena setidaknya menurut saya, ada dua hal berat yang harus kita pertahankan mati-matian dalam rumah tangga.

Pertama adalah rasa syukur. Syukur ini sangat penting untuk terus kita lakukan di setiap hari. Dengan berapa pun rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita, syukurilah itu. Bersyukur akan mengakibatkan kita merasa nikmat dalam hidup berumah tangga. Kita akan menyadari betapa luar biasanya peran istri kita di rumah. Ya luar biasa! Belum lagi celoteh anak-anak kita. Subhanallah semua itu kalau kita syukuri akan terasa nikmatlah hidup ini. Syukuri dan itu akan menghasilkan pahala yang berlipat-lipat.

Kedua adalah rasa sabar. Bersabar atas apa pun yang terjadi pada rumah tangga kita. Perilaku istri yang terkadang emosional, haruslah kita  bersabar menghadapinya. Tingkah laku anak yang tak jarang membuat hati kita jengkel sekali. Sabarlah, insyaallah semua akan baik-baik saja. Bersabarlah, dan itu akan menjadi pahala yang berlipat-lipat bagi kita.

Kalau kita sudah bisa menjalani hidup ini dengan sebaik mungkin. Menjalani hidup dengan sabar dan syukur. Insyaallah semua akan baik-baik saja. Bukankah sebenarnya kita hidup ini hanya menjalankan peranan kita saja. Semua sudah diatur oleh Allah. Allah telah menciptakan beberapa cobaan hidup agar kita bersabar dan menjadi kuatlah kita kesabaran itu. Allah pun memberikan kita rezeki berlimpah agar kita bersyukur dan berbagi dengan sesama dan menjadi lebih bermaknalah hidup kita. Lalu nikmat manakah yang akan kita dustakan dengan segudang nikmat yang telah dianugerahkan pada kita. [ ]

No comments:

Post a Comment