Antina Nevi Hidayati
Dokter Puskesmas Gambiran, Mojoagung
Bersenanglah dan bergembiralah pembaca. Sebentar lagi bulan yang kita nanti akan datang. Bulan yang di dalamnya kenikmatan ibadah kita semakin terasa. Bulan yang di dalamnya Allah melipatgandakan pahala ibadah kita. Sungguh beruntunglah kita bila masih diberi kesempatan Allah untuk menyambut kedatangan Ramadhan 1430H.
Pada edisi kali ini, tamu kita adalah seorang dokter. Beliau adalah dokter di Puskesmas Gambiran Mojoagung. berikut petikan wawancara dengan dr Antina Nevi Hidayati yang murah senyum ini.
Bagaimana menurut ibu seharusnya kita memandang puasa Ramadhan?
Karena dasarnya memang diwajibkan, maka tidaklah mengherankan bila sebagian orang memandang puasa ramadhan bagaikan belenggu yang mau tidak mau harus dijalani. Sudah bagus mereka mau berdisiplin menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga maghrib, namun saat tiba waktu berbuka, mereka bagaikan singa lapar yang terbebas dari pasungan, langsung terkam apa saja yang nampak di depan mata.
Tak heran bila banyak orang mengalami peningkatan berat badan justru seusai ramadhan. Sebuah fakta yang mengenaskan. Oleh karena itu, marilah merubah pandangan puasa sebagai belenggu kewajiban, menjadi puasa sebagai wahana pembelajaran. Sehingga usainya puasa bukannya memperganas nafsu kita, melainkan menjadikan kita lebih tahan terhadap godaan.
Apakah benar puasa berhubungan dengan gaya hidup sehat?
Ramadhan adalah sesuatu yang khas yang menjadi nafas bulan ini, sebuah pengalaman fisik dan mental berharga yang akan membekas hingga setahun ke depan. Puasa mengalihkan perhatian kita pada selera badani dan memberi hati dan pikiran kita kemerdekaan untuk menyadari ada hal-hal lain yang lebih mendalam yang juga perlu dipenuhi, seperti hubungan kita dengan Sang Khalik dan sesama makhluk. Puasa menjadikan kita lebih taqwa. Orang yang berpuasa belajar untuk hanya merespon rasa lapar dan dahaga pada tingkat kesadaran dan disiplin yang tinggi, hal mana merupakan syarat bagi keberlangsungan gaya hidup sehat. Untuk mencapai pahala, dan barokah puasa bagi kesehatan, kita perlu persiapan matang pada bulan-bulan di depannya.
Beberapa orang menganggap bahwa puasa mengurangi kebugaran. Bagaimana menurut ibu?
Ya mungkin awalnya demikian. Hal ini diakibatkan adanya Berbagai perubahan fisiologis, melambatnya metabolisme, berubahnya sumber energi tubuh, dan efisiensi pengeluaran cairan, terjadi pada orang yang berpuasa. Perubahan itu pada umumnya dirasakan paling berat pada hari-hari awal ramadhan dan menjadi lebih ringan pada hari-hari berikutnya akibat penyesuaian tubuh kita secara alami.
Kita bisa mengantisipasi ketidakbugaran pada saat ramadhan dengan membiasakan tubuh kita berpuasa pada bulan-bulan sebelumnya. Berpuasa minimal tiga hari dalam sebulan, dan memperbanyak puasa di bulan sya’ban, adalah sunnah yang cukup tepat dipakai sebagai sarana membiasakan diri.
Selain metabolisme, perubahan siklus tidur karena aktifitas ibadah di malam hari juga perlu diantisipasi. Antara lain dengan membiasakan diri sholat malam dan membaca wirid, atau mengaji lebih lama dan lebih sering menjelang datangnya ramadhan.
Bagaimana dengan orang yang menderita penyakit berat, apa yang bisa dilakukan ketika masih mau berpuasa?
Adapun beberapa penyakit kronis itu memang diperlukan perhatian khusus, sepert:
Kencing manis : Kadar gula darah yang naik turun secara ekstrem sangat merugikan penderita kencing manis. Karena itu penderita kencing manis yang bertekad akan menunaikan puasa ramadhan berkewajiban untuk berkonsultasi dengan dokternya guna mengatur kembali tatalaksana penyakitnya. Obat kencing manis mungkin perlu diganti jenisnya atau diubah dosis dan waktu permberiannya. Diet dan aktifitas fisik perlu ditakar kembali, dan dokter perlu mengingatkan akan tanda-tanda hipoglikemia yang harus diwaspadai pasien. Konsultasi ini hendaknya dilakukan satu dua bulan sebelum ramadhan, agar tersedia cukup waktu bagi dokter dan penderita untuk mencoba dan melihat dayaguna dari perubahan tata laksana penyakit yang coba dilakukan.
Tekanan darah tinggi : Obat tekanan darah tinggi harus diminum setiap hari. Kebanyakan obat memiliki masa aktif yang kurang dari 13jam ( durasi puasa ramadhan di Indnesia), sehingga harus ditelan lebih dari sekali dalam sehari. Serupa dengan kencing manis, penderita hipertensi juga punya kewajiban yang sama untuk berkonsultasi dengan dokternya perihal jenis dan cara pemberian obat selama berpuasa.
Disepsia/maag : dyspepsia atau poluler disebut maag adalah gejala nyeri lambung dan sekitarnya yang pada umumnya dikaitkan dengan peningkatan kadar asam lambung baik karena kelebihan produksi maupun karena gangguan pengosongan lambung . Walaupun sebenarnya produksi asam lambung justru menurun bila lambung kosong, namun puasa justru sering dikambinghitamkan bila terjadi gejala nyeri lambung. Hal ini dapat diantisipasi secara sederhana dengan meminum antasida ( penetral asam lambung ) yang dijual bebas di pasaran setelah sahur dan sebelum berbuka.
Metode lain yang tak kalah pentingnya adalah menyayangi perut anda mulai pada beberapa bulan menjelang puasa dengan tidak mengkonsumsi makanan yang tidak banyak manfaat dan mengandung banyak bahan berbahaya seperti gorengan, makanan bersantan, bakso, mie instan dan kawan-kawannya. Selain itu memperbanyak konsumsi serat, sayur-sayuran dan buah-buahan yang membantu mempercepat pengosongan usus juga cukup membantu mengatasi masalah lambung anda.
Mengunyah makanan secara sempurna disertai dengan rasa syukur juga akan mengurangi beban lambung. Pada kasus tertentu, misalnya seusai serangan demam thyfoid, gastritis mungkin perlu penanganan khusus dengan obat-obatan yang harus diresepkan oleh dokter.
Ada pesan-pesan buat para pembaca bu?
Sekalipun bukan tujuan utama, berpuasa dengan baik dapat menurunkan berat badan dan level kolesterol, hal mana sangat menguntungkan pada penderita kencing manis dan hipertensi. Namun kenyataannya banyak juga orang yang meningkat berat badannya justru setelah tuntas berpuasa. Ini bisa terjadi karena pertama selama puasa tubuh berlaku irit dalam pemakaian energi, kedua proses pembersihan dan pengistirahatan saluran cerna selama menyebabkan peningkatan daya kerja usus.
Jadi waspadalah, konsumsi tinggi kalori tepat seusai ramadhan akan meningkatkan berat badan lebih cepat dibandingkan saat lainnya. Jadi jangan salah, niatkan puasa hanya untuk Allah, persiapkan diri dengan baik, bersungguh-sungguhlah, dan nantikan barokah datang dengan sendirinya. [elha]
No comments:
Post a Comment